KBRN, Surabaya: Meninggalnya Bejo Sugiantoro usai bermain sepak bola memicu perhatian ahli jantung. Dokter spesialis jantung dr. Meity Ardiana menegaskan, olahraga rutin tidak menjamin kebal serangan jantung.
“Olahraga tinggi sekalipun tidak menghilangkan risiko serangan jantung,” ujar Meity. Ia menjelaskan, faktor risiko seperti usia, diabetes, atau hipertensi tetap berpengaruh.
Bejo Sugiantoro, yang meninggal di usia 47 tahun, diduga mengalami serangan jantung mendadak. “Kondisi ini bisa terjadi meski seseorang aktif berolahraga,” tambahnya.
Meity menyarankan pemeriksaan kesehatan rutin. “Screening penting untuk mendeteksi risiko tersembunyi,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penanganan cepat saat serangan jantung terjadi. “Segera bawa pasien ke IGD untuk pertolongan medis,” katanya.
Langkah pencegahan seperti menjaga pola makan dan gaya hidup sehat juga ditekankan. “Kenali faktor risiko dan kelola dengan baik,” pesan Meity.